banner 728x90

Wali Kota Eri dan Menhub Bahas Realisasi Jalur Ganda Kereta Api

Avatar photo
Kunjungan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di Terminal Purabaya Sidoarjo, Jumat (14/7/2023).
Kunjungan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di Terminal Purabaya Sidoarjo, Jumat (14/7/2023).
banner 120x600
banner 728x90

Surabaya, POTAS – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Budi Karya Sumadi, di Terminal Purabaya Sidoarjo, Jumat (14/7/2023).

Dalam kunjungannya kali ini, Menhub RI Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Eri Cahyadi membicarakan soal rencana pembangunan jalur transportasi kereta api (KA).

Pada kesempatan ini, Wali Kota Eri berdiskusi secara langsung dengan Menhub RI mengenai rencana pembangunan double track (jalur ganda) KA, mulai dari Stasiun Surabaya Pasar Turi hingga Stasiun Sidoarjo. Rencana pembangunan jalur ganda ini sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum antar kota.

Ia mengatakan, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI telah melakukan empat tahap pengkajian jalur ganda KA. Kajian yang dilakukan oleh Kemenhub di antaranya adalah jalur ganda KA Surabaya – Sidoarjo, Lamongan – Sidoarjo, Lamongan – Mojokerto, Lamongan – Gresik – Sidoarjo. “Jadi insyaallah yang akan dikerjakan itu adalah Sidoarjo – Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dalam rencana pembuatan jalur ganda tersebut, ada titik yang menjadi konsen Kemenhub RI. Titik tersebut yakni kawasan Bundaran Aloha, Kabupaten Sidoarjo. Kawasan ini menjadi konsen Kemenhub RI lantaran sering terjadi kepadatan arus lalu lintas.

“Kita membutuhkan double track, sehingga nanti insyaallah sudah ada perhitungan-perhitungan, tadi yang disampaikan (Menhub) bagaimana soal pengerjaannya. Semoga bisa segera dilaksanakan, karena kan sekarang sudah dilakukan studi kelayakan (feasibility study),” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, rencana pembangunan jalur ganda KA Surabaya – Sidoarjo akan segera dilaksanakan pada 2024 mendatang. Ia berharap, dengan adanya jalur ganda yang menghubungkan dua daerah tersebut bisa menjadi solusi mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Mau tidak mau, ini kan setiap pagi ketika masuk ke Surabaya itu macet. Waktu sore dari luar Sidoarjo, baik dari Jalan Mayjen Sungkono mau ke Gresik dan ke Sidoarjo juga macet. Sehingga saya sampaikan ke Pak Menteri, jadi memang fokusnya adalah Sidoarjo-Gresik dahulu, tahap kedua baru Lamongan-Surabaya-Sidoarjo,” pungkasnya. (Rls/PO-03)